Rahasia Kisah Sukses Susi Pudjiastuti

Kisah Sukses Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti
Salam  WargaNET, jumpa lagi dengan KabarwargaNET yang selalu setia memberi informasi kepada pembaca sekalian. Kali ini KabarwargaNET akan membahas tentang Kisah Sukses Susi Pudjiastuti.

Siapa yang tak mengenal sosok Susi Pudjiastuti? Perempuan yang terkenal dengan jargon “Saya Tenggelamkan” ini tergolong fenomenal yang memiliki keberanian, vokal dan apa adanya ini membuat sosoknya menonjol diantara birokrat yang lainnya.

Kisah hidupnya yang menarik menarik para masyarakat untuk menggali kisah sukses Susi Pudjiastuti sang birokrat yang fenomenal ini.

Ia tumbuh sebagai seseorang yang biasa selepas melepas pendidikan masa SMP, ia melanjutkan pendidikan di salah satu sekolah menengah di Jawa Tengah.

Namun ketika memasuki tahun kedua, ia memutuskan untuk berhenti sekolah, tentunya keputusan ini sangat disayangkan oleh kedua orangtuanya.

Dengan segala tekad dan nitanya, ia berangkat ke Pangandaran untuk mencari peluang bisnis. Kisah sukses Susi Pudjiastuti tak berjalan dengan mudah, ia memulai bisnisnya dengan berjualan bedcover dan baju meskipun memiliki hasil yang tidak seberapa tapi ia tetap tidak banyak mengeluh akan keadaannya.

Hingga suatu saat ia memiliki ide untuk memulai bisnis ikan di Pangandaran dengan hanya memiliki modal 750 ribu rupiah saja.

Baca Juga :
Susi memulai bisnis di bisang perikanan dengan cara memasarkan ikannya pada beberapa restoran di Pangandaran, namun hal tersebut tak semudah yang ia bayangkan.

Meskipun begitu tak membutuhkan waktu lebih dari 1 tahun bagi Susi untuk menguasai bursa pelelangan ikan di pangandaran. Bahkan ia sendiri meluncur ke Jakarta untuk memasarkan ikannya lebih luas lagi. 

Namun rintangan kesuksesannya dalam bidang perikanan tak sampai disitu ia memiliki banyak permintaan lobster dan ikan yang melimpah namun ia memiliki hambatan dalam hal transportasi untuk mengirim stok – stok ikan dan lobster tersebut ia tak memiliki alat transportasi yang memadai khususnya transportasi udara yang sangat ia butuhkan dalam proses pengiriman ini.

Jika ia mengirimnya melalui transportasi laut atau darat ikan dan lobster yang dikirim tidak akan sampai dalam keadaan segar.

Masalah inilah yang pada akhirnya memunculkan sebuah ide untuk membeli sebuah pesawat, hal ini pun didukung sepenuhnya oleh sang suami yang diketahui seorang pilot pesawat sewaan dari jerman.

Meskipun terkendala penolakan pengajuan surat pinjaman dana ke bank pada tahun 2000 lalu, namun akhirnya pada tahun 2005 Susi berhasil mendapatkan pinjaman untuk membangun sebuah landasan dan membeli 2 buah pesawat Cessna dengan dana pinjaman sebesar 47 milyar.

Berkat kedermawanannya pada tahun 2004 ia berniat untuk menolong para korban tsunami Aceh dengan pesawat yang ia beli untuk evakuasi korban dan memberikan bantuan melalui jalur udara.

Namun niat awal yang akan memberikan jasa pengangkutan korban bencana melalui jalur udara secara gratis selama 2 minggu berubah dan berbuah lain.

Beberapa LSM dalam negri dan luar negeri meminta Susi untuk menyewakan pesawat yang ia miliki. Nah inilah saat mulanya Susi Air mengudara dan menyediakan jasa pengangkutan penumpang serta pengangkutan hasil perikanan dan kelautan.

Perjuangannya selama ini pun berbuah manis. Meskipun pada awalnya banyak orang yang menentang dan menyesali kepurtusan Susi untuk berhenti sekolah.

Namun kini kisah sukses Susi Pudjiastuti dapat dijadikan sebagai kebanggaan orang – orang terdekatnya dan dijadikan sebagai motivasi, dan inspirasi semua orang.

Khususnya para pemuda Indonesia untuk selalu bekerja keras untuk mencapai tujuan, tak hanya itu ketika kita sudah berada diatas pun kita tidak boleh melupakan orang – orang yang sudah membantu kita.

Membantu dan memberi bisa menjadi ladang rezeki kita kedepannya nanti apa yang kita beri akan sesuai dan setimpal dengan apa yang kita dapatkan nantinya.

Salam Sukses [KabarwargaNET]

Tidak ada komentar: