Pendiri dan Penemu Nokia Ternyata Seorang Insinyur Pertambangan

Pendiri dan Penemu Nokia – Perangkat telepon genggam terus berkembang bersama dengan inovasi-inovasi yang tidak pernah berhenti di satu titik. Berbagai macam model handphone dan fitur terus dirilis untuk menarik minat konsumen.

Nokia adalah salah satu vendor yang pernah berjaya di eranya. Walaupun sekarang ini sedang mengalami masa suram, Handphone Nokia mendominasi pasar dan bahkan mendapat julukan sebagai handphone “sejuta umat”.

Lalu siapa Pendiri dan Penemu Nokia yang pernah jadi primadona di ranah ponsel tersebut ? KabarwargaNET akan membahas Kisah Pendiri Nokia tersebut dalam artikel dibawah ini.

Biografi Fredrik Idestam Sang Pendiri dan Penemu Nokia

Seperti dikutip dari Wikipedia, Nokia adalah sebuah perusahaan telekomunikasi yang bermarkas di Finlandia, Nokia dikenal terutama lewat handphone nya yang pernah menguasai pasar dunia. Pendiri Nokia adalah seorang insinyur pertambangan bernama Fredrik Idestam.

penemu-nokia
Ilustrasi Smartphone Nokia Lumia -Foto : Pixabay
Fredrik Idestam dilahirkan pada 28 Oktober 1838 di Tyrvanto, Finlandia. Nama lengkapnya adalah Knut Fredrik Idestam.

Sangat sedikit informasi tentang pendiri Nokia tersebut, termasuk tentang jenjang pendidikan yang ditempuh oleh Idestam. Namun satu yang pasti, Idestam adalah seorang insinyur pertambangan yang malah memulai bisnis di bidang kertas di Finlandia.

Baca Juga : Biografi Penemu Handphone

Bisnisnya kelak beralih dari kertas ke telekomunikasi, termasuk memproduksi handphone-handphone Nokia yang menguasai pasar dunia di masa jayanya.

Pendiri dan Penemu Nokia, Fredrik Idestam meninggal dunia pada tanggal 8 April 1916 dan mewariskan Nokia kepada generasi penerusnya hingga saat ini.
Nokia di mulai dari pabrik Kertas

Kata Nokia diambil dari sebuah nama komunitas yang terdapat di Finlandia selatan disekitar sungai Emakoski.

Jangan bayangkan jika Nokia awalnya adalah sebuah perusahaan seperti Apple yang memproduksi computer. Beda dengan Nokia, ternyata Nokia berawal dari sebuah pabrik yang memproduksi kertas yang kemudian beralih menjadi perusahaan telekomunikasi.

Walau sebagai ahli pertambangan, namun Idestam melihat tingginya permintaan kertas di Eropa sebagai sebuah peluang besar yang menggiurkan untuk di tekuni, sehingga peluang usaha tersebut sangat terbuka.

Hal lain yang memberinya inspirasi adalah penemuan teknologi terbaru tentang pembuatan kertas oleh Heinrich Voelter yang berhasil mengolah kertas dari kayu.

Sebelum penemuan tersebut, kertas dibuat dari bahan baku berupa kain. Kayu banyak tersedia di Finlandia saat itu, ditambah lagi sungai-sungai disana banyak terdapat air terjun yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energy pembangkit listrik untuk pabrik.

Singkat cerita, Idestam mendapat izin operasional dari senat untuk mendirikan pabrik kertas pada tanggal 12 Mei 1865. Tanggal tersebut diperingati sebagai hari berdirinya perusahaan Nokia.

Fredrik Idestam

Pabrik Nokia didirikan pada tahun 1866 didekat air terjun Rapids Tammerkoski di Tampere.
Nokia terus berkembang pesat. Hingga pada tahun 1871, Nokia berubah menjadi perusahaan perseroan.

Bersama Leo Michelin, seorang tokoh yang disegani di Finlandia, mereka mendirikan Nokia Ltd dan memindahkan seluruh kegiatan mereka di pabrik yang baru di bangun. Nokia Ltd menjadi perusahaan kertas terbesar dan menguasai industry kertas di Eropa.

Sepeninggal Fredrik Idestam, beberapa perusahaan seperti Finnish Rubber Works (bergerak dibidang pengolahan karet) dan Finnish Cable Works (bergerak dibidang kabel dan telegraf ) bergabung dengan bisnis Nokia dan kemudian dilebur menjadi Nokia Corporation.

Nokia menjadi perusahaan telekomunikasi

Adalah seorang Bjorn Westerlund, Chief Executive Officer (CEO) Nokia pada tahun 1950-an yang berinisiatif membangun sebuah divisi elektronik dalam bisnis Nokia. Ia berpikir bahwa bisnis bubur kayu dan kertas tidak selamanya dapat diandalkan, maka ia berinisiatif agar Nokia terjun ke dunia elektonik.

Divisi elektronik Nokia yang dibangun di pabrik kabel di Helsinki itulah yang kelak menjadi bisnis seluler Nokia.

Nokia elektronik terus mencoba dan mencoba, belajar dari berbagai kesalahan selama 15 tahun sehingga mereka akhirnya dapat menghasilkan ahli-ahli yang kelak menjadi tulang punggung bisnis mereka. Tahun 1970-an, pabrik pembuat televisI Salora bergabung bersama Nokia dan merek mulai mengembangkan telepon genggam atau telepon seluler.

Baca Juga : Kisah Sukses Pendiri Samsung

Nokia kemudian berhasil merilis Nordic Mobile Telephony (NMT) yang merupakan jaringan seluler internasional pertama di dunia pada tahun 1981. Berkat penemuan tersebut, NMT mendapat sambutan luar biasa dan diminati dibanyak negara.

Nokia akhirnya menjadi produsen alat komunikasi yang dikenal dengan nama telepon seluler atau handphone terbesar pada saat itu. Lebih dari 2000 seri telepon Nokia mendapat sambutan luar biasa dari pasar. Nokia yang menguasai teknologi GSM berhasil menjadi vendor telepon genggam terbesar didunia.

Namun, seiring perkembangan teknologi, Nokia tak kekal berada diatas. Munculnya Apple dengan iPhone dan Google dengan ponsel bersistem operasi Androidnya membuat persaingan di dunia telepon genggam makin berdarah-darah, belum lagi munculnya banyak handphone made in China yang terkenal murah.

Salah satu yang di sinyalir membuat Nokia tidak bisa bertahan adalah karena Nokia tetap ngotot tidak mau beralih menggunakan sistem operasi Android yang sedang booming pada saat itu dan tetap kekeuh menggunakan platform Symbian.

Nokia yang terus merugi akhirnya semakin mengalami kemunduran, hal ini dilihat oleh Microsoft sebagai sebuah peluang untuk mengakuisisi Nokia. Dan hal tersebut pun terjadi tepat pada 25 April 2014, Microsoft resmi membeli Nokia sebagai dan menempatkannya dalam divisi perangkat mobile Microsoft.

Microsoft berharap, pengalaman Nokia dibidang handphone dapat ditularkan pada produk gadget yang akan dibuat oleh Microsoft.

Ditangan Microsoft, beberapa perangkat telepon pintar berhasil di rilis. Seperti seri Lumia, namun kurang mendapat mendapat sambutan dari pasar.

Hingga saat ini, Nokia telah beralih ke Android dengan menggunakan sistem operasi Android pada lini smartphonenya. Disamping itu, mereka juga mengeluarkan  kembali beberapa seri yang pernah populer beberapa tahun lalu seperti Nokia 3310. HMD Global bersama FIH Mobile bekerja sama mengangkat nama Nokia kembali.

Demikian artikel tentang Penemu Handphone Nokia Fredrik Idestam, semoga dapat menginspirasi WargaNET sekalian.

Salam Sukses [KabarwargaNET]